PENGARUH LAYOUT TERBUKA TERHADAP KOMUNIKASI DI PERUSAHAAN
THE
EFFECT OF OPEN LAYOUT ON COMMUNICATIONS IN COMPANIES
PENGARUH
LAYOUT TERBUKA TERHADAP KOMUNIKASI DI PERUSAHAAN
Oleh:
Rena
Nurhalija
rena.nurhalija.abs21@polban.ac.id
ADMINISTRASI
BISNIS
ADMINISTRASI
NIAGA
POLITENIK
NEGERI BANDUNG
2022
Abstract
Basically this company will certainly need good
communication in order to be able to run a company that is carried out by
maximizing existing human resources. This office layout is basically one of the
main factors that become the effectiveness of communicating within the scope of
work for employees. The existence of a good layout in general can also result
in cooperation and communication which is of course regular, good and organized
among colleagues from the office for communication that occurs between
employees. This study aims to find out a good open layout for companies in
order to optimize communication between employees in the company. In this case
the research uses the library study method by seeking information through books
and journals which are used as references in research. In this case it is found
that the type of layout used by this office will certainly affect the
communication that occurs between employees. The existence of social
interaction that occurs in this office is basically created by working together
in order to achieve the goals that have been determined together by
communicating with each other in order to be able to build a good working
relationship, this can be done by giving opinions and exchanging ideas with
each other in the discussion process . The existence of this interaction is
also of course used as the key to success for the company in order to avoid
misunderstandings and avoid becoming a passive person. Basically, each office
will have a layout which has a different purpose and uniqueness. There are
several types of office layouts, namely closed, open and landscape. In this
case each layout will have its own strengths and weaknesses. Communication in
the office will be in line with the company's expectations. This can be
achieved if the layout of the office to be used is in accordance with the
objectives of the company office. The results of his research revealed that a
good and correct layout in a company greatly influences the way of
communication of its employees, especially an open layout.
Keywords: Layout, Communication, Employees
Abstrak
Pada dasarnya perusahaan ini tentunya akan memerlukan
adanya komunikasi yang baik guna bisa menjalankan suatu perusahaan yang
dilakukan dengan melakukan pemaksimalan dari sumber daya manusia yang telah
ada. Layout kantor ini pada dasarnya menjadi salah satu dari adanya faktor
utama yang menjadi keefektifan melakukan komunikasi didalam ruang lingkup dari
kerja bagi pegawai. Adanya layout yang baik ini secara umumnya juga bisa
menghasilkan adanya kerjasama dan komunikasi yang tentunya teratur, baik dan
tertata diantara sesama dari kantor terhadap adanya komunikasi yang terjadi
diantara para pegawai. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui layout terbuka
yang baik untuk perusahaan supaya mengoptimalkan komunikasi antar pegawai di
perusahaan. Dalam hal ini penelitian menggunakan metode studi kepustakaan
dengan mencari informasi melalui buku dan jurnal yang mana dijadikan sebagai
referensi dalam penelitian. Dalam hal ini diperoleh bahwa jenis layot yang
digunakan kantor ini tentunya akan mempengaruhi adanya komunikasi yang terjadi
pada antar pegawainya. Adanya interaksi sosial yang terjadi dikantor ini pada
dasarnya tercipta secara bersama-sama bekerja guna dapat tercapainya tujuan
yang telah ditentukan sevara bersama dengan saling berkomunikasi guna bisa
membangun adanya hubungan kerja yang baik, bisa dilakukan dengan memberikan
adanya pendapat dan saling melakukan tukar fikiran dalam proses diskusi. Adanya
interaksi ini juga tentunya dijadikan sebagai kunci dari keberhasilan bagi perushaan
guna bisa menghindari adanya keselahpahaman dan menghindari untuk menjadi pribadi
yang bersifat pasif. Pada dasarnya tiap kantor akan memiliki adanya layout yang
mana memiliki adanya tujuan dan keunikan yan akan berbeda-beda. Terdapat
beberapa jenis layout dari kantor yakni tertututp, terbuka dan juga landscape.
Dalam hal ini setiap layoutnya akan memiliki kelemahan dan kelebihan
masing-masing. Komunikasi dikantor akan dapat sejalan dengan harapan perusahaan
ini bisa tercapai apabila dalam tata letak kantor yang akan digunakan ini akan
sesuai dengan tujuan dari kantor perusahaan. Hasil penelitiannya mengungkapkan
bahwa tata letak yang baik dan benar di perusahaan sangat berpengaruh terhadap
jalan nya komunikasi para pegawainya, terutama tata letak terbuka.
Kata kunci: Layout, Komunikasi, Pegawai
A.
Latar Belakang
Pencapaian tujuan perusahaan yang sukses tentunya membutuhkan
kinerja karyawan yang berkualitas. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan
membutuhkan komunikasi yang baik untuk semua kerjasama dan kinerja yang baik
antara karyawan, karyawan pada level yang sama atau antara atasan dan bawahan.
Jika komunikasi dilakukan dengan baik, maka akan tercapai keberhasilan suatu
perusahaan. Dalam sebuah perusahaan, komunikasi berjalan dengan baik selama
tidak ada batasan yang menghalangi. Salah satu faktor yang mempengaruhi
berjalan tidaknya jalur komunikasi adalah penataan tata letak kantor, yang
biasa kita sebut dengan tata letak kantor. Tata letak kantor jelas memengaruhi
gaya komunikasi, karena letak dan lokasi ruang kerja karyawan dapat memengaruhi
interaksi sosial di kantor.
Adanya interaksi sosial yang terjadi dikantor ini pada dasarnya
tercipta secara bersama-sama bekerja guna dapat tercapainya tujuan yang telah
ditentukan sevara bersama dengan saling berkomunikasi guna bisa membangun
adanya hubungan kerja yang baik, bisa dilakukan dengan memberikan adanya
pendapat dan saling melakukan tukar fikiran dalam proses diskusi. Adanya
interaksi ini juga tentunya dijadikan sebagai kunci dari keberhasilan bagi
perushaan guna bisa menghindari adanya keselahpahaman dan menghindari untuk
menjadi probadi yang bersifat pasif.
Pada dasarnya tiap kantor akan memiliki adanya layout yang mana
memiliki adanya tujuan dan keunikan yan akan berbeda-beda. Terdapat beberapa
jenis layout dari kantor yakni tertututp, terbuka dan juga landscape. Dalam hal
ini setiap layoutnya akan memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.
Komunikasi dikantor akan dapat sejalan dengan harapan perusahaan ini bisa
tercapai apabila dalam tata letak kantor yang akan digunakan ini akan sesuai
dengan tujuan dari kantor perusahaan. Pemilihan dalam tata ruang ini juga tenutnya
bukan hanya akan memiliki adanya pengaruh
mengenai letak, namun juga akan mempengaruhi terkait bagaimana pegawai bisa
melakukan kinerjanya dengan baik.
B.
Tinjauan Teoritis
1.
Layout Kantor
Ruang adalah
tempat yang berwujud atau figuratif, keberadaannya dapat dilihat secara fisik,
dilihat dengan mata, diraba, dan keberadaannya dapat dinikmati. Sedangkan tata
letak adalah penataan ruang yang meliputi segala bentuk kegiatan mulai dari adanya
proses dalam perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian ruang yang akan
digunakan agar tercipta efisiensi kerja. Kata "layout" berarti tata
letak. Bagi kalangan perkantoran dan pekerja kantoran, kata layout sudah tidak
kaku lagi. Tata letak dapat diartikan sebagai “penataan”, yang berarti
penempatan benda-benda seperti peralatan atau mesin kantor pada suatu tempat,
dengan tujuan untuk menyesuaikan ruangan dan fungsi penempatan dari
masing-masing benda kantor tersebut. Dijelaskan bahwa office layout atau tata
letak adalah kegiatan mendistribusikan semua kebutuhan kantor atau benda-benda
di ruangan atau tempat tertentu dan untuk dapat menentukan seberapa detail
proses penggunaan atau pengoperasian suatu objek peralatan kantor, dengan
tujuan untuk membentuk dan membentuk tata letak yang ergonomis, dengan tetap
memperhatikan faktor-faktor fisik yang dianggap perlu untuk menciptakan suatu
Karya.
Berdasarkan pengertian
dan penjelasan di atas, dapat pula untuk ditarik suatu gambaran akhir bahwa
tata ruang atau layout kantor adalah cara atau langkah-langkah kegiatan yang tentunya
akan dilakukan oleh suatu perusahaan dalam upaya mengatur, membentuk,
merencanakan dan menempatkan benda-benda, mulai dari mesin, perabotan dalam
ruangan, peralatan, perlengkapan. Sebisa mungkin Menyediakan secara efektif dan
efisien guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, segar dan nyaman bagi
seluruh karyawan. Penataan ruang kantor yang diterapkan oleh perusahaan harus
sesuai dengan alur kerja dan proses yang terkait dengan suatu bagian sehingga
penataan tata ruang kantor ini dapat mendukung karyawan untuk menggambarkan dan
memperjelas pekerjaan mereka sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang
maksimal. Dengan demikian, tata ruang kantor yang bersih dan benar dapat
membuat karyawan merasa lebih nyaman, hubungan komunikasi antar karyawan dapat
terjalin dengan baik, dan proses kerja yang efisien dapat dilakukan dengan
lebih mudah antar karyawan.
2.
Tujuan Layout Kantor
Office layout
atau tata ruang kantor diharapkan dapat memperlancar alur kerja setiap pegawai
sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan dengan lancar, efektif dan
efisien. Dalam menyusun adanya tata ruang kantor, perusahaan tentunya memiliki
tujuan yang tentunya ingin bisa dicapai. Tujuan dari tata letak kantor itu
sendiri adalah sebagai berikut:
a.
Saat melaksanakan pekerjaan
diharapkan berjalan kaki sedekat mungkin untuk memudahkan pekerjaan.
b.
Pemanfaatan ruang yang ada
secara efisien, semua petak yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan baik.
Karyawan yang bekerja merasa aman dan tenteram serta mampu merasa nyaman dan
aman dalam bekerja.
c.
Memudahkan pimpinan dalam
mengontrol dan mengawasi bawahan dalam bekerja.
d.
Mengoptimalkan peralatan dan
perlengkapan kantor, karyawan dapat lebih sering menggunakan peralatan kantor
yang ada.
e.
Menghindari kebisingan
peralatan kantor yang mengganggu perhatian karyawan.
f.
Mengutamakan komunikasi tanpa
hambatan, yang cocok untuk pekerjaan antara atasan dan bawahan atau antar rekan
kerja, karena proses kerja yang mudah akan mempengaruhi saluran komunikasi yang
efektif.
g.
Memberikan adanya kesan yang positif
pada para pengunjung dikarenakan tata ruang yang tentunya akan nyaman.
3.
Asas Dalam Layout Kantor
Prinsip-prinsip berikut dapat
digunakan sebagai dasar untuk mengatur tata letak kantor. di:
a.
Asas Jarak Terpendek
Tata letak dan penempatan peralatan
kantor harus dapat dilakukan oleh karyawan dalam jarak minimum dari satu meja
ke meja lainnya. Prinsip ini diberlakukan untuk alur kerja yang cepat
b.
Asas Susunan Kerja
Ini adalah prinsip yang digunakan
untuk mencapai prinsip pertama. Proses desain sebuah karya harus abadi dari
awal hingga akhir karya. Cobalah untuk menghindari regresi atau interupsi dalam
alur kerja.
c.
Asas Pemakaian Seluruh Tempat
Apabila perusahaan dapat
memaksimalkan luas ruangan yang ada, perencanaan ruangan dapat dikatakan baik
dan sesuai, serta tidak ada ruangan yang kosong.
d.
Asas Perubahan Layout
Perusahaan mungkin ingin mengubah
penggunaan tata letak jika diperlukan, biasanya setiap 2-3 tahun. Hal itu
dilakukan dengan syarat lokasi yang akan diubah tidak melebihi batas yang
ditentukan dan tidak lagi memerlukan adanya biaya yang akan sangat tinggi.
4.
Prinsip Tata Ruang Kantor
Agar penataan ruang kantor dapat
memberikan efektivitas dan efisiensi dalam proses kerja, maka penataan ruang
sebaiknya dikaitkan dengan prinsip-prinsip berikut dalam pengelolaan ruang
kantor:
a.
Aliran pekerjaan harus selalu
bergerak, mengalir dalam garis lurus dan harus dilakukan terus menerus tanpa
terputus.
b.
Menyederhanakan proses kerja
dan mengurangi bolak-balik dalam proses kerja.
c.
Setiap bagian dengan fungsi dan
keterkaitan yang sama disatukan untuk mengefektifkan waktu.
d.
Peralatan dan perlengkapan
kantor disimpan bersama dan mudah dijangkau oleh semua karyawan yang
menggunakannya.
e.
Dalam satu ruangan, gunakan
furniture dengan ukuran yang sama.
f.
Menata tempat kerja Karyawan
harus menggunakan pola dan mempertimbangkan berbagai faktor agar tidak
menghadap ke arah sumber cahaya.
g.
Kelompok kerja yang tentunya
akan memiliki adanya hubungan yang secara langsung dengan konsumen atau
masyarakat yang mana diharuskan untuk ditempatkan dibagian depan.
h.
Kelompok kerja dimana akan
mempunyai adanya sifat dalam pekerjaan yang bising dan gaduh, dimana lebih baik
untuk bisa dijauhkan terpisah dari adanya kelompok kerja yang lainnya.
5.
Macam-Macam Layout
Office layout atau tata letak kantor
pada dasarnya diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu tata letak terbuka dan
tertutup. Berdasarkan kedua layout tersebut, satu hal yang menonjol adalah
bahwa pada open office layout, seluruh karyawan dari masing-masing departemen
bekerja di tempat yang sama dan tidak dibedakan tanpa adanya batasan. Sementara
itu, dalam tata ruang kantor tertutup, di mana semua kelompok kerja ditempatkan
di ruangan tertutup yang terpisah dan ditutup dengan dinding permanen, tidak
lagi sekat, biasanya letaknya tidak terlalu berdekatan. Namun, tidak dapat
dipungkiri bahwa setiap layout memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing.
Harmon Chaniago (2013) menyatakan
tata ruang kantor memiliki tiga jenis bentuk, yaitu:
a.
Kantor Terbuka
b.
Kantor Tertutup
c.
Kantor Landscape
6.
Tata Ruang Kantor Terbuka
Dalam suasana kantor terbuka, atau tata
letak kantor terbuka, ruang kerja tidak dipisahkan menggunakan sekat atau
terletak di ruangan di setiap area. Namun, semua aktivitas kantor berlangsung
di ruang terbuka, yang memudahkan pengamatan seluruh karyawan dari satu sudut.
Akan lebih mudah dan efektif bagi pemimpin untuk mengawasi karyawan. Selain
itu, komunikasi dan interaksi antar karyawan lebih cepat dan mudah, sehingga
alur kerja produksi menjadi lancar. Sebaliknya, cahaya dan udara dapat masuk dan
bersirkulasi dengan lebih mudah, sehingga karyawan tidak merasa pengap atau
pengap. Namun, dengan segala kelebihan tata ruang kantor terbuka, ada juga
beberapa kelemahan, di antaranya: tidak ada privasi dalam kehidupan karyawan
karena terus dipantau, pekerjaan rahasia tidak dapat dilakukan secara optimal,
dan karyawan dapat terganggu oleh kebisingan yang ditimbulkan. oleh karyawan
lainnya. Faktanya, bahkan pemimpin kantor lebih cenderung terganggu daripada
tata letak ruangan tertutup.
Gambar
1. Layout Terbuka
7.
Komunikasi
Setiap karyawan di
kantor pasti membutuhkan komunikasi. Komunikasi berasal dari kata bahasa
Inggris “Communication” yang berarti “communicatio” atau “sama” atau “sinonim”.
Komunikasi adalah serangkaian pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan
secara verbal atau nonverbal dari satu orang ke orang lain atau sekelompok
orang tertentu. (Webster’s New Collegiate Dictionary) menjelaskan bahwa
komunikasi adalah proses pertukaran informasi antar manusia melalui sistem tanda,
perintah, atau isyarat. Secara umum ada beberapa bagian untuk komunikasi selama
komunikasi, antara lain pengirim pesan (Sender), penerima pesan (Receiver),
pesan (Message), media pendukung (Media), dan tanggapan umpan balik (Feedback)
dalam bentuk dan gangguan (Noise). Menurut Chaniago (2013), proses komunikasi
adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari pengirim ke penerima. Hal
ini tentunya akan memiliki artian bahwa dalam komunikasi yang tentunya akan
digunakan oleh seseorang agar bisa memberikan stau informasi ataupun pesan yang
ditujukan kepada orang lain yang pada akhirnya adanya informasi itu akan
ditindak lanjuti oleh Receiver.
8.
Komunikasi Verbal dan
Non-Verbal
Dalam perpesanan, ada dua jenis
bentuk komunikasi. Yaitu sebagai berikut :
a.
Komunikasi lisan
Komunikasi lisan ialah proses
penggunaan bahasa untuk berkomunikasi atau berbicara secara lisan dalam bentuk
tulisan atau lisan. Selain komunikasi lisan, komunikasi tertulis juga termasuk
dalam kelompok komunikasi lisan, yaitu suatu cara komunikasi yang dapat
dipahami oleh penerima dalam rangkaian bentuk teks seperti teks dan kode.
b.
Komunikasi nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi
yang tentunya tidak menggunakan kata-kata atau kata-kata, melainkan gerakan
tubuh termasuk bahasa tubuh. Ruang fisik dan parabahasa. Informasi yang
disampaikan bersifat sama. Misalnya gerakan tangan, mata, kepala, dll.
9.
Fungsi Komunikasi
Komunikasi dalam suatu organisasi
memiliki banyak fungsi, diantaranya sebagai berikut:
a.
Kontrol. Komunikasi berfungsi
sebagai kontrol ketika karyawan menyampaikan keluhan terkait pekerjaan secara
langsung kepada atasannya.
b.
Motivasi. Komunikasi menyajikan
sesuatu yang dapat mengembangkan karyawan dengan menjelaskan apa yang
seharusnya mereka lakukan.
c.
Ekspresi emosional. Komunikasi
dalam kelompok kerja adalah mekanisme dasar untuk mengekspresikan kepuasan.
d.
Informasi. Komunikasi
mentransfer informasi kepada individu dan kelompok untuk membuat keputusan.
e.
Sangat membantu untuk menjalin
hubungan interpersonal yang baik, mengurangi ketegangan dan memecah medan
dingin.
f.
Cara mempengaruhi orang lain
mengandung unsur persuasi
C.
Pembahasan
1.
Keterkaitan Komunikasi
dan Tata Ruang Kantor
Seperti yang telah disebutkan pada sebelumnya, layout atau tata
ruang kantor yang baik akan menghasilkan lingkungan dan kondisi kerja yang
baik. Lingkungan dan kondisi kerja yang baik antara lain membangun komunikasi
yang baik antar karyawan, baik komunikasi vertikal, horizontal maupun diagonal.
Tata letak kantor yang diatur untuk menghasilkan komunikasi yang baik juga
mengarah pada kinerja kantor dan perusahaan yang baik. Komunikasi sebagai satu
orang menyampaikan pesan kepada orang lain akan mudah dilakukan jika tempat
dan/atau ruangan tempat berlangsungnya komunikasi tidak ada hambatan.
Tata letak ruang kantor disini sangat berpengaruh terhadap proses
komunikasi setiap karyawan. Misalnya, sembarangan memilih tata letak kantor
tidak akan menghasilkan komunikasi yang baik karena media yang digunakan untuk
berkomunikasi akan terhalang oleh ruangan, partisi, dan hambatan lainnya. Jika
tata ruang kantor ditata dengan tujuan untuk memudahkan komunikasi, maka
penataan tersebut juga akan mendukung tujuan tersebut tanpa membatasi dan
menghambat kelangsungan setiap komunikasi.
2.
Hambatan Dalam Komunikasi
Kantor
Di dalam suatu lingkungan organisasi
atau perusahaan yang mana dalam melakukan adanya komunikasi kantor ini tentunya
pasti mempunyai adanya hambatan yang turut bisa memengaruhi adanya jalan dalam
proses komunikasi.
a.
Perbedaan Tingkat Status dalam
Perusahaan
Posisi pada tingkat status dalam
suatu organisasi sangat mempengaruhi komunikasi. Hierarki dalam perusahaan ini
menunjukkan bahwa beberapa orang memegang posisi paling berkuasa, sementara
yang lain tidak memiliki kekuasaan. Sehingga nantinya dapat berdampak pada
pesan yang dikirimkan kepada orang yang kedudukannya lebih tinggi, karena
bawahan memang menghindari penyampaian pesan dalam proses yang tidak benar.
b.
Spesialisasi Tugas
Spesialisasi tugas ini mempersempit
ruang lingkup pemahaman individu dan mempengaruhi proses komunikasi, karena
individu tersebut hanya mengetahui bidang keahliannya masing-masing. Akibatnya,
arus komunikasi sering tertunda, menyebabkan inefisiensi.
c.
Prastise
Prastise hadir dalam berbagai bentuk,
seperti kemewahan furnitur yang digunakan, ukuran ruang kerja atau kantor, dan
lainnya. Apa pun bentuknya, prestise dapat menghambat komunikasi antara
orang-orang di berbagai tingkatan dalam suatu organisasi.
d.
Jaringan komunikasi
Informasi yang tentunya akan
dibawakan dengan cara yang berantai panjang ini akan cenderung dilakukan
perubahan dan ditambahkan oleh seorang penerima sebelum pada akhirnya akan
dilanjutkan kepada pengirimnya.
3.
Tata ruang kantor
terbuka (Open plan office)
Ini adalah ruang kerja
yang agak besar yang ditempati pula oleh beberapa karyawan yang bekerja bersama
di dalam ruang tersebut, tidak dipisahkan oleh partisi di atas penghalang
permanen. Konsep atau bentuk dari tata ruang ini tentunya akan banyak digunakan
oleh kantor pemerintahan.
Keuntungan tata ruang kantor terbuka yaitu:
a)
Mudah untuk bisa pengaturan udara,
cahaya, warna dan dekorasi
b)
Fleksibilitas dan tidak
memerlukan biaya tinggi jika ruangan perlu diubah
c)
Mudah terjalinnya hubungan
langsung, pengawasan, penyatuan pekerjaan dan adanya pembagian peralatan.
d)
Penghematan biaya yang
dianggarkan guna sebagai pemeliharaan dari ruang kerja, penggunaan peralatan
dan perlengkapan ruangan, penggunaan telepon, dll.
Kerugian tata letak kantor terbuka:
a)
Memungkinkan terjadinya
kekacauan
b)
Karyawan sulit berkonsentrasi
pada pekerjaannya.
c)
Batasan jabatan antara pimpinan
dan bawahan tidak jelas.
d)
Pekerjaan rahasia ini tentunya sulit
guna bisa dilakukan.
e)
Penumpukan file/dokumen dan
peralatan kerja yang berserakan diperbolehkan.
Berdasarkan teori-teori di atas, keuntungan tata letak kantor
terbuka adalah lebih mudah untuk mengubah tata letak yang telah diinginkan
dalam tata ruang kantor, tata ruang kantor terbukaini juga tentunya akan dapat memudahkan adanya penempatan
serta melakukan pengawasan, juga bisa lebih mudah untuk melakukan adanya
komunikasi dengan karyawan lain. Hemat uang untuk penerangan dan peralatan guna
meminimalkan pengeluaran dari anggaran. Tata letak terbuka juga memiliki adanya
beberapa kelemahan yakni karena keterbukaan kantor, pekerjaan rahasia ini
tentunya menjadi tidak terklasifikasi karena bisa dilihat oleh karyawan lain
yang tentunya akan melewati ruangan, menyebabkan karyawan lain mengetahui apa
yang dilakukan karyawan lain. Tata ruang terbuka ini tentunya bisa untuk
menggangu adanya kenyamanan bagi para pegawai dikarenakan adanya suara yang
bising dari luar ruangan.
4.
Hubungan tata ruang
kantor terbuka dengan komunikasi diperusahaan
Adanya pengaturan mengenai tata ruang dari kantor terbuka ini pada
dasarnya akan menunjukkan adanya pengaruh yang positif dalam proses komunikasi
yang terjadi dikantor, terlepas dalam hal ini adanya kekurangan yang tentunya
akan dirasakan. Wala[un dengan tidak adanya privasi yang bisa diterapkan dan
tentunya hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan adanya kegaduhan dalam tata
ruang terbuka ini tentunya dianggap sebagai pilihan yang lebih baik digunakan
dalam menjamin keberlangsungan dari proses komunikasi yang terjadi diantara
pegawai. Dalam hal ini tidak adanya penghalang atau batasan ini tentunya akan menjadi
faktor utama yang bisa membuat tata ruang dari kantor terbuka ini bisa
dikatakan akan memberikan adanya pengaruh yang baik terhadap proses dalam
komunikasi. Tetapi dengan tidak adanya jaminan dari rahasia yang akan terjaga
dengan baik yang terjadi antar anggota atau pegawai yang satu dengan yang
lainnya.
Pada dasarnya dengan penerapan layout terbuka ini ditujukkan agar
antar pekerja dapat bekerja secara bersama-sama atau dalam hal ini yakni
kolaborasi. Karena dalam hal ini, dengan layout terbuka ini dianggap akan
mempermudah kolaborasi yang dilakukan oleh para pekerja karena antar meja tidak
terdapat adanya batasan. Sehingga dengan bekerja diruang terbuka ini bisa
meningkatkan pula adanya komunikasi yang terjadi diantara para pekerja
khususnya dalam hal interaksi secara tatap muka. Namun seperti yang sudah
dijelaskan bahwa hal ini bisa menyebabkan hilangnya privasi yang akan dimiliki
oleh tiap pekerjanya sehingga menjadi tidak bebas untuk melakukan hal-hal yang
akan membuat nyaman saat bekerja. Karena dengan layout seperti ini orang akan
mudah untuk melihat dan mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh pekerja yang
laiinnya sehingga menimbulkan adanya ketidaknyamanan.
Dengan penerapan layout terbuka yang memudahkan dalam melakukan
komunikasi ini juga akan membuat adanya polusi suara saat bekerja. Hal ini
sebagai salah satu dampak yang paling terasa karena adanya kemudahan dalm
berkomunikasi. Dalam hal ini antar pekerja bisa mendengar percakapan yang
terjadi diantatara teman yang lainnya yang berasa disatu meja. Adanya suara
yang timbul ini akan menyebabkan konsentrasi menjadi terdistrak. Pada kenyataan
penerapan layout ini juga menyebabkan interkasi justru mengalami penurunan
dikarenakan antar pekerja cenderung lebih melakukan komunikasi melalui digital
agar terjamin privasinya dan tidak terdengar oleh pekerja yang lainnya.
5.
Mengatasi dan
Meminimalisir Hambatan Komunikasi
Masalah
komunikasi di kantor bukanlah masalah tata letak, melainkan faktor komunikasi.Untuk
menjalin komunikasi yang efektif, pesan harus ditanggapi dengan baik oleh
penerima. Tumbok (2011) menyatakan bahwa individu harus mengatasi hambatan
komunikasi melalui:
a.
Umpan balik.
Para lawan bicara memiliki kesempatan
untuk menyampaikan informasi, sehingga terjalin komunikasi dua arah yang lancar.
b.
Pahami latar belakang penerima
pesan.
Ini termasuk memahami pendidikan dan
status penerima sehingga penerima dapat menerima informasi yang diungkapkan
dengan sebaik-baiknya.
c.
Isi.
Menyusun informasi yang ingin
disampaikan secara sistematis. Oleh karena itu, komunikasi dapat dikatakan
berhasil apabila isi informasi yang disampaikan dapat dipahami oleh
penerimanya.
d.
Kontinuitas dan konsistensi.
Komunikasi bersifat berkesinambungan,
sehingga informasi yang disajikan harus konsisten dengan informasi sebelumnya.
e.
Kejelasan.
Isi informasi harus jelas Setelah
komunikasi, tentukan isi output dan pahami berbagai istilah yang digunakan
dalam komunikasi.
f.
Memahami dan mengakui kesulitan
berkomunikasi lintas budaya.
g.
Saluran pengirim.
Gunakan telepon genggam, media cetak,
atau media lain untuk menyiapkan informasi agar dapat dikomunikasikan secara
efektif.
6.
Hal yang Perlu
Dipertimbangkan untuk Melakukan Komunikasi Kantor
The Ten of Commandment of Good
Communication, menurut Quible dalam Chaniago (2013) dijelaskan sebagai berikut
:
a.
Carilah kejelasan informasi
sebelum dikomunikasikan.
Hindari peristiwa dimana gagasan yang
ingin disampaikan memiliki banyak makna, sehingga menimbulkan perbedaan makna
dan pemahaman dan pada akhirnya pesan menjadi menyimpang dari apa yang ingin
disampaikan.
b.
Mencermati tujuan sebenarnya
dari setiap komunikasi,
Guna mengurangi dan menghindari
kesalahan dalam proses komunikasi.
c.
Tentukan tujuan sebenarnya dari
setiap adanya komunikasi
Ada banyak tujuan dari sebuah
komunikasi. Diantaranya, apakah hanya sekedar menginformasikan sehingga tidak
perlu diberikan umpan balik, atau bahkan komunikasi memerlukan umpan balik dan
tindakan berdasarkan apa yang dikatakan.
d.
Pertimbangkan kondisi fisik
pihak lain
Jika kondisi fisik pihak lain sesuai,
maka dapat berkomunikasi. Jika situasi sebenarnya tampaknya tidak memungkinkan,
lebih baik tunda komunikasi.
e.
Mendiskusikan dengan pihak lain
saat menyampaikan rencana komunikasi
Perhatikan nada dan ungkapan pendapat
agar sesuai dengan isi informasi yang akan disampaikan. Jika lawan bicara
memberikan ekspresi atau nada tertentu, maka seorang pengirim informasi ini
seharusnya akan mengetahui mengenai langkah apa yang akan diharuskan untuk
dilakukan.
f.
Ambil kesempatan untuk membantu
atau memberikan umpan balik.
Hal ini diperlukan ketika kegiatan
atau agenda negosiasi, argumen, dll sedang berlangsung.
g.
Menindaklanjuti komunikasi yang
telah selesai dan tidak pernah mengubah atau menjauh dari topik yang sedang
dibahas sehingga penerima memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang
dikomunikasikan.
h.
Perhatikan konsistensi
komunikasi
Konsistensi penyampaian informasi
pengirim adalah yang terbaik.
i.
Tindakan yang mana dilakukan ini
harus bisa mendorong kegiatan atau proses komunikasi
j.
Jadilah pendengar yang baik,
bukan hanya sekedar bertanya
Untuk menunjang keberhasilan komunikasi,
jadilah pendengar yang baik. Hal ini dimaksudkan agar lawan bicara tidak
sebatas mengatakan maksud pembicaraan yang sedang berlangsung.
D.
Kesimpulan
Berdasarkan kajian literatur dan pembahasan yang dipublikasikan di
atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa tata letak kantor memiliki pengaruh yang
besar terhadap komunikasi karyawan atau kelangsungan sumber daya manusia. Tata
letak kantor yang baik juga dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Selain itu,
jika lingkungan kerja mendukung kesehatan, moral, dan kreativitas karyawan,
tingkat produktivitas karyawan akan menguntungkan perusahaan. Misalnya tata
ruang kantor yang mendukung cahaya dan udara yang masuk, pemilihan warna
interior, dan pemilihan perabot kantor yang baik akan memberikan adanya kenyamanan
bagi setiap karyawan yang tentunya bekerja di kantor. Kantor yang tertata
dengan baik juga dapat mendukung efektivitas dan efisiensi perusahaan karena
karyawan dengan antusias menyelesaikan tugas di lingkungan kantor yang nyaman,
komunikatif, dan kooperatif. Namun, agar dapat tercapainya tujuan itu tentunya
akan diperlukan adanya pertimbangan dan pemilihan yang akan tepat dalam proses
untuk menentukan adanya bentuk dari tata ruang kantor yang tentunya akan
dipilih.
Dalam sebuah kantor, banyak faktor yang tentunya akan mempengaruhi adanya
kinerja karyawan, diantaranya tata letak kantor dan proses komunikasi.
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan pula bahwa
proses komunikasi yang berlangsung pada perusahaan start-up dipengaruhi oleh
tata ruang kantor atau layout yang menjadi dasar terbentuknya proses
komunikasi. Semakin baik tata ruang kantor yang digunakan, produktivitas akan
semakin meningkat dan komunikasi akan lancar. Bentuk kantor yang diterapkan
oleh perusahaan harus disesuaikan dengan fungsi dan pekerjaan masing-masing
karyawan yang terlibat. Pengaturan tata letak kantor masih sering kurang
diterapkan di perusahaan karena cenderung bingung dalam memilih jenis tata
letak yang sesuai dengan perusahaan. Kegiatan komunikasi tentunya tidak
terlepas dari bekerja di perusahaan. Untuk melakukan adanya komunikasi yang
tertentu yang mana didalmnya akan terdapat adanya aliran dalam pola komunikasi
dari informasi itu bisa bergerak dari satu komunikator dengan yang lainnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Afifah, S. N. PENGARUH SMART OFFICE PADA LINGKUNGAN FISIK DAN TATA RUANG
KANTOR TERHADAP KINERJA KARYAWAN.
Aula, F. H., & Nugraha, J. (2020). Pengaruh tata ruang kantor dan
sarana prasarana terhadap kinerja pegawai. Jurnal Pendidikan Manajemen
Perkantoran (JPManper), 5(2), 169-185.
Hadiatna, D. R. (2018). Urgensi Penataan Layout Kantor Dalam Upaya
Meningkatkan Efektivitas Kerja Karyawan. Jurnal Manajemen Kantor, 12.
Jauhari, P. (2021). Analisis
Hubungan Antara Tata Ruang Kantor (Layout) Dengan Produktivitas Kinerja Pegawai
Mutiara, A. (2020). Pengaruh
Layout Kantor terhadap Komunikasi Antar Pegawai. Nopebrianti,
N. (2021). Pengaruh Layout Kantor Landscape Terhadap Komunikasi Yang
Efektif Pada Perusahaan Startup.
Sahputra, D. (2020). Manajemen komunikasi suatu
pendekatan komunikasi. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in
Communication Study (E-Journal), 6(2), 152-162.
Zain, M. R. PENGARUH LAYOUT KANTOR TERHADAP KINERJA KARYAWAN.

.jpeg)


Komentar
Posting Komentar